Bahasa dan Sastra
2 Tersedia
Antologi Cerpen : Teluk Berkisah
Oleh Afifa Agrraeni, dkk
Halaman
iv + 162
Tahun Terbit
2025
Stok Tersedia
2 / 2
Rating
0.0/5
Sinopsis
merona, menjadi keteduhan yang selalu dinanti oleh Latusha
Aubrille. Sudah hampir selama 1 jam sepasang netra hazel itu bersitegang
dengan sisa-sisa pancaran binar sang baskara yang menjadi amunisinya
akhir- akhir ini.
Suara letupan jejak rintik hujan yang tertinggal menyapa rok
putih abu-abunya menjadi terabaikan sebab perasaan-perasaan sakit hati
tertimbun dalam afeksi. Hujan berjuta meteor pembawa kehancuran
telah siap ditunggu sebagai harapan di setiap ulang tahunnya, untuk
mengacaukan benak orang-orang yang memberi batasan akan hal-hal
yang tidak perlu.
Sayang sekali, Latusha melantunkan pengharapan itu untuk
ayahnya sendiri. Latusha jadi benci rumah sejak kelahirannya dibatasi
oleh pendapat-pendapat di luar nalar mengenai bahwa ia terlahir sebagai
seorang perempuan. Apa salahnya dengan itu? Sayangnya, berbagai
estimasi ditelan dan menjadi sarapan keseharian Latusha mengenai
beredarnya diskriminasi yang ditetapkan oleh papanya di rumah.
?Anak perempuan itu, lebih baik banyak di dalam rumah,
Latusha.? Itu yang selalu dikatakan Radin kepada anak gadisnya.
Sedangkan Aradea, bundanya itu hanya bisa bungkam saat Latusha
diselimuti ketidakadilan yang sama seperti dirinya.
Detail Data Buku
ISBN
978-623-175-996-2
EISBN
978-623-175-998-6
Penerbit
Media Nusa Creative
Tahun Terbit
2025