Kupang Kota Seribu Senja Di Nusa Tenggara
Oleh Ratna A, S.Pd.
Sinopsis
Kupang kerap diingat melalui cahaya senja yang jatuh di sepanjang pesisirnya, menghadirkan kesan tenang dan bersahaja. Di balik itu, kota ini tumbuh dari bentang alam Timor yang kering, laut yang luas, serta kehidupan masyarakat lokal yang telah lama beradaptasi dengan kondisi alamnya. Buku ini membuka kisah Kupang sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh tradisi, ingatan kolektif, dan perjumpaan manusia sejak masa awal.
Perjalanan sejarah kemudian membawa Kupang ke dalam pusaran perdagangan Nusantara, masa kolonial Portugis dan Belanda, hingga periode perang dan kemerdekaan. Setiap fase meninggalkan jejak yang membentuk wajah kota, baik dalam tata ruang, struktur sosial, maupun karakter masyarakatnya. Kupang berkembang dari perkampungan pesisir menjadi kota pelabuhan, pusat pendidikan, dan pusat pemerintahan di Nusa Tenggara Timur.
Kini, Kupang hadir sebagai Kota Seribu Senja yang terus berbenah di tengah tantangan modernisasi dan perubahan lingkungan. Buku ini menampilkan Kupang sebagai kota yang bergerak ke masa depan tanpa meninggalkan akar budayanya, menjaga keberagaman, merawat alam, dan mempertahankan kehangatan sosial yang menjadi ciri khasnya.